Sabtu, 07 Desember 2013

Doa Nabi Daud AS MemohonCinta Allah

Nabi Daud ’alihis-salaam merupakan seorang hamba Allah yang sangat rajin beribadah kepada Allah. Hal ini disebutkan langsung oleh Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Nabi Daud ’alihis-salaam sangat rajin mendekatkan diri kepada Allah. Beliau sangat rajin memohon kepada Allah agar dirinya dicintai Allah. Beliau sangat mengutamakan cinta Allah lebih daripada mengutamakan dirinya sendiri, keluarganya sendiri dan air dingin yang bisa menghilangkan dahaga musafir dalam perjalanan terik di tengah padang pasir.  Inilah penjelasan Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam mengenai doa Nabi Daud tersebut:


Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Di antara doa Nabi Daud ’alihis-salaam ialah: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu cintaMu dan cinta orang-orang yang mencintaiMu dan aku memohon kepadaMu perbuatan yang dapat mengantarku kepada cintaMu. Ya Allah, jadikanlah cintaMu lebih kucintai daripada diriku dan keluargaku serta air dingin.” Dan bila Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam mengingat Nabi Daud ’alihis-salaam beliau menggelarinya sebaik-baik manusia dalam beribadah kepada Allah.” (HR Tirmidzi 3412)

Setidaknya terdapat empat hal penting di dalam doa ini. Pertama, Nabi Daud ’alihis-salaam memohon cinta Allah. Beliau sangat faham bahwa di dunia ini tidak ada cinta yang lebih patut diutamakan dan diharapkan manusia selain daripada cinta yang berasal dari Allah Ar-Rahman Ar-Rahim (Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang). Apalah artinya seseorang hidup di dunia mendapat cinta manusia –bahkan seluruh manusia- bilamana Allah tidak mencintainya. Semua cinta yang datang dari segenap manusia itu menjadi sia-sia sebab tidak mendatangkan cinta Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sebaliknya, apalah yang perlu dikhawatirkan seseorang bila Allah mencintainya sementara manusia –bahkan seluruh manusia- membencinya. Semua kebencian manusia tersebut tidak bermakna sedikitpun karena dirinya memperoleh cinta Allah Yang Maha  Pengasih lagi Maha Penyayang.

Sebab itulah Nabi Daud ’alihis-salaam tidak menyebutkan dalam awal doanya harapan akan cinta manusia. Beliau mendahulukan cinta Allah di atas segala-galanya. Beliau sangat menyadari bahwa bila Allah telah mencntai dirinya, maka mudah saja bagi Allah untuk menanamkan cinta ke dalam hati manusia terhadap Nabi Daud ’alihis-salaam. Tetapi bila Allah sudah mebenci dirinya apalah gunanya cinta manusia terhadap dirinya. Sebab cinta manusia terhadap dirinya tidak bisa menjamin datangnya cinta Allah kepada Nabi Daud ’alihis-salaam.


Dari Nabi shollallahu ’alaih wa sallam beliau bersabda: “Bila Allah mencintai seorang hamba, maka Allah berseru kepada Jibril: “Sesungguhnya Allah mencintai Fulan, maka cintailah dia.” Jibrilpun mencintainya. Kemudian Jibril berseru kepada penghuni langit: ”Sesungguhnya Allah mencintai Fulan, maka kalian cintailah dia.” Penghuni langitpun mencintainya. Kemudian ditanamkanlah cinta penghuni bumi kepadanya.” (HR Bukhary 5580)

Kedua, Nabi Daud ’alihis-salaam memohon kepada Allah cinta orang-orang yang mencintai Allah. Sesudah mengharapkan cinta Allah lalu Nabi Daud ’alihis-salaam memohon kepada Allah kasih-sayang dari orang-orang yang mencintai Allah, sebab orang-orang tersebut tentunya adalah orang-orang beriman sejati yang sangat pantas diharapkan cintanya.
Hal ini sangat berkaitan dengan Al-Wala’ dan Al-Bara’ (loyalitas dan berlepas diri).  Yang dimaksud dengan  Al-Wala’  ialah memelihara loyalitas kepada Allah, RasulNya dan orang-orang beriman. Sedangkan yang dimaksud dengan Al-Bara’ ialah berlepas diri dari kaum kuffar dan munafiqin. Karena loyalitas mu’min hendaknya kepada Allah, RasulNya dan orang-orang beriman, maka Nabi Daud ’alihis-salaam berdoa agar dirinya dipertemukan dan dipersatukan dengan kalangan sesama orang-orang beriman yang mencintai Allah. Dan ia sangat meyakini akan hal ini.

Sesungguhnya Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersada: “Ruh-ruh manusia diciptakan laksana prajurit berbaris, maka mana yang saling kenal di antara satu sama lain akan bersatu. Dan mana yang saling mengingkari di antara satu sama lain akan berpisah.” (HR muslim 4773)

Ketiga, Nabi Daud ’alihis-salaam memohon kepada Allah agar ditunjuki perbuatan-perbuatan yang dapat mendatangkan cinta Allah. Setelah memohon cinta Allah kemudian cinta para pecinta Allah, selanjutnya Nabi Daud ’alihis-salaam memohon kepada Allah agar ditunjuki perbuatan dan amal kebaikan yang mendatangkan cinta Allah. Ia sangat khawatir bila melakukan hal-hal yang bisa mendatangkan murka Allah. Beliau sangat khawatir bila berbuat dengan hanya mengandalkan perasaan bahwa Allah pasti mencintainya bila niat sudah baik padahal kualitas dan pelaksanaan ’amalnya bermasalah. Maka Nabi Daud ’alihis-salaam sangat memperhatikan apa saja perkara yang bisa mendatangkan cinta Allah pada dirnya. Di dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa Allah mencintai Ash-Shobirin (orang-orang yang sabar). Siapakah yang dimaksud dengan Ash-Shobirin? Apa sifat dan perbuatan mereka sehingga menjadi dicintai Allah?

”Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.” (QS Ali Imran ayat 146)

Keempat, Nabi Daud ’alihis-salaam memohon kepada Allah agar menjadikan cinta Allah sebagai hal yang lebih dia utamakan daripada dirinya sendiri, keluarganya dan air dingin. Kemudian pada bagian akhir doa ini Nabi Daud ’alihis-salaam kembali menegaskan betapa beliau sangat peduli dan mengutamakan cinta Allah. Sehingga beliau sampai memohon kepada Allah agar cinta Allah yang ia dambakan itu jangan sampai kalah penting bagi dirinya daripada cinta dirinya terhadap dirinya sendiri, terhadap keluarganya sendiri dan terhadap air dingin.
Mengapa di dalam doanya Nabi Daud ’alihis-salaam perlu mengkontraskan cinta Allah dengan cinta dirinya sendiri, keluarganya dan air dingin? Sebab kebanyakan orang bilamana harus memilih antara mengorbankan diri dan keluarga dengan mengorbankan prinsip hidup pada umumnya lebih rela mengorbankan prinsip hidupnya. Yang penting jangan sampai diri dan keluarga terkorbankan. Kenapa air dingin? Karena air dingin merupakan representasi kenikmatan dunia yang indah dan menggoda. Pada umumnya orang rela mengorbankan prinsip hidupnya asal jangan mengorbankan kelezatan duniawi yang telah dimilikinya.

Jadi bagian terakhir doa Nabi Daud ’alihis-salaam mengandung pesan pengorbanan. Ia rela mengorbankan segalanya, termasuk dirinya sendiri, keluarganya sendiri maupun kesenangan duniawinya asal jangan sampai ia mengorbankan cinta Allah. Ia amat mendambakan cinta Allah. Nabi Daud ’alihis-salaam sangat faham maksud Allah di dalam Al-Qur’an:

“Katakanlah: "Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” (QS At-Taubah ayat 24)

Kata Cinta Yg Harus dipahami

Ketika tulus,kamu tak akan menyesali pernah mencintai seseorang,tapi kamu mungkin menyesal telah percaya dia mencintaimu juga.Jangan takut mencinta,hanya karena pernah terluka.Cinta sejati tak datang begitu saja,tapi melalui proses sedih dan tawa bersama.Jangan pernah ucapkan selamat tinggal jika masih ingin mencoba.Jangan pernah katakan tak cinta jika masih mengharapkannya.Ketika jatuh cinta, jangan berjanji tak saling menyakiti,namun berjanjilah tuk tetap bertahan,meski salah satu tersakiti.
Sulit tuk ucapkan selamat tinggal pada dia yang kamu cinta, tapi lebih sulit lagi ketika kenangan bersamanya tak hilang begitu saja.
Seseorang yang berarti, tak akan dengan mudah kamu miliki. Jika kamu sungguh mencintai, jangan pernah berhenti berusaha untuk hati.
Seseorang memilih tuk sendiri, bukan karena takut tuk mencinta lagi, tapi karena takut terluka dengan alasan yang sama tuk kedua kali.
Jangan pernah manfaatkan cinta. tak peduli betapa dia mencintaimu, suatu saat dia pasti akan lelah karena terus terluka.
Terkadang kamu takut terlalu dekat dgn seseorang, karena kamu tahu dia bisa pergi kapan saja, tak peduli betapa dekat kamu dan dia.
Senyum tak selalu berarti seseorang bahagia. Kadang seseorang tersenyum hanya karena tak ingin menjelaskan kenapa hatinya terluka.
Cinta itu ibarat bara api, dia menghangatkan hatimu jika diungkapkan dgn Tulus. Jika tidak, dia akan menghanguskanmu.
Hidup tak bisa jadi lebih baik tanpa cinta, tapi cinta dengan cara yang salah membuat hidup jadi lebih buruk.
Ketika dia yang kamu cinta melakukan salah, tak perlu memberitahu semua temanmu, karena bukan mereka yang akan memaafkan, tapi kamu.
Ketika kamu patah hati, jangan menyerah. Cinta sejati itu ada. Kamu hanya harus temukan dia yang setia dan bertahan padanya.
Jangan tangisi dia yang telah meninggalkanmu. Tersenyumlah! Kamu tak pernah tahu akan ada seseorang yang jatuh cinta dengan senyummu.
Jika senyum adalah melodi jiwa, maka cinta adalah anugerah dari hati, karena itu yang dirasakan ketika dia yang berarti menghampiri.
Terkadang lebih baik menjauhi seseorang. Bukan karena berhenti mencinta, namun karena harus melindungi diri agar tak terus terluka.
Dalam cinta, ketika seseorang memutuskan tuk meninggalkanmu, jangan pernah biarkan dia membawa serta hatimu.
Beberapa kesalahan dalam hidup ini terjadi hanya tuk mengungkapkan siapa saja yang pantas kamu cintai dan siapa yang tidak.
Berhenti berharap pada seseorang yang kamu tahu jauh di dalam hatimu bahwa dia tak akan pernah bisa menjadi milikimu.
Dalam cinta, ketika ada yang berbeda, jangan mencari siapa yang salah, karena kamu dan dia adalah tim yang sama dengan tujuan yang sama.
Kadang kamu harus buat keputusan tuk mengalah, atau kamu akan kehilangan dia yang kamu cinta hanya karena kamu keras kepala.
Ketika dia memutuskan tuk meninggalkanmu, itu bukan akhir dari kisahmu, itu hanya akhir dari bagian ttng dia dalam kisah hidupmu.
Jika kamu mencintai seseorang lebih dari yang pantas dia dapatkan, kamu akan berakhir lebih terluka dari yang pantas kamu dapatkan.
Dalam cinta, jangan mengharapkan seseorang tuk tetap bersamamu, jika yang kamu beri padanya hanya alasan tuk meninggalkanmu.
Dalam cinta, kamu tahu dia bukan orang yang tepat tuk hidupmu, ketika kamu merasa lebih sepi daripada ketika kamu masih sendiri.
Semua orang bisa menyukaimu, namun hanya kepribadian dan sikapmu yang membuat mereka ingin tetap bersamamu.

Senin, 14 Oktober 2013

TAKBIR IDUL ADHA DAN IDUL FITRI.

Tak terasa ya, ternyata sudah Hari Raya lagi. Sendirian. di kontrakan,temen-temen pada pulang kampung untuk menikmati suasana lebaran bersama keluarga tersayang. Rasanya sedih juga kalau dengar Gema Takbir berkumandang tetapi tidak ada kehadiran orang-orang yang benar-benar menyayangi kita. Semoga Ab dan Um-ku baik-baik di rumah. Karena perasaan orang tua akan sama dengan apa yang dirasakan oleh anaknya. Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya untuk mereka. Aaaamiiinn....
Ya udah dech.. kali ini saya mau iseng posting soal Bacaan idul adha dan idul fitri yang benar.So pasti ya, Sore hari menjelang hari raya pasti di mana-mana kita akan dapat mendengarkan bacaan takbir, entah itu di masjid, musholla, surau, langgar atau bahkan ada juga orang yang memainkannya di speaker. Anak-anak ting kedumbyang memukul perabot seadanya untuk memeriahkannya. Sebelum Hari Raya Idul Adha juga ada 2 puasa sunnah yang biasa diamalkan oleh kebanyakan kaum Muslim, namanya Puasa Tarwiyyah dan Puasa Arofah. Kebetulan hari ini saya sendiri tidak mengamalkannya. Coba saya di rumah.. pasti dua-duanya gak bakal ketinggalan.
Ada juga lho, yang belum bisa melafalkan Takbir dengan sempurna. Mentok paling sampai Wahllahli alhamd. Maka dari itu saya iseng posting tentang Bacaan idul adha dan idul fitri..